Pilkades Laban 2026: Sugino “Gino” Kembali Maju, Target Raih 70 Persen Suara

Sugino atau Gino kembali maju dalam Pilkades Laban 2026 setelah pernah menjabat Kepala Desa Laban periode 2012–2018. Ia membawa visi Desa Laban maju dan mandiri serta menargetkan 70 persen suara.

RELASIPUBLIK.OR.ID, SUKOHARJO — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, mulai menghangat. Sugino, yang akrab disapa Gino, kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala Desa Laban untuk periode masa jabatan 2026–2034.

Gino menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilkades Laban pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kedatangannya tidak sendirian. Ia didampingi ketua tim pemenangan serta ratusan simpatisan yang datang dari berbagai unsur masyarakat Desa Laban.

Momentum pendaftaran tersebut menjadi salah satu sinyal kuat bahwa persaingan menuju kursi Kepala Desa Laban mulai memasuki fase serius. Terlebih, Pilkades serentak Kabupaten Sukoharjo dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026 dan mencakup 126 desa.

Kembali Bertarung, Gino Bidik 70 Persen Suara

Sugino bukan nama baru dalam pemerintahan Desa Laban. Pria kelahiran Sukoharjo, 12 Oktober 1972, tersebut tercatat pernah mengemban tugas sebagai Kepala Dusun/Kebayan 6 selama 11 tahun.

Pengalaman itu kemudian dilanjutkan dengan kiprahnya sebagai Kepala Desa Laban selama satu periode, yakni 2012–2018.

Kini, setelah beberapa tahun tidak memimpin pemerintahan desa, Gino kembali maju dalam kontestasi Pilkades Laban 2026.

Dalam keterangannya saat dikonfirmasi wartawan, Gino menyatakan optimistis mampu memenangkan pertarungan politik desa tersebut. Bahkan, ia memasang target perolehan suara hingga 70 persen.

Target tersebut tentu bukan angka kecil. Namun, Gino menyebut keyakinannya dibangun dari dukungan masyarakat yang terlihat saat proses pendaftaran.

Ratusan simpatisan yang mengantarnya disebut berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari karang taruna, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Dukungan tersebut diklaim merata dari Kebayanan 1 hingga Kebayanan 3.

BACA JUGA :  Gibran Bahas Penguatan AI Santri Bersama GP Ansor

Kendati demikian, target 70 persen tersebut masih merupakan target politik kandidat dan bukan hasil pemungutan suara. Penentu akhirnya tetap berada pada pilihan masyarakat Desa Laban saat hari pencoblosan.

Bawa Pengalaman Pemerintahan Desa

Gino memiliki modal pengalaman yang cukup panjang dalam pemerintahan desa. Sebelum menjadi kepala desa, ia telah menjalankan tugas sebagai kepala dusun selama 11 tahun.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika dipercaya memimpin Desa Laban pada periode 2012–2018.

Kini, dalam pencalonannya kembali, Gino membawa visi “Menggali dan mengembangkan potensi desa untuk Desa Laban lebih maju dan mandiri.”

Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima misi utama.

Pertama, meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Kedua, memperkuat pemberdayaan lembaga kemasyarakatan desa sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa.

Ketiga, membangun komunikasi dan meningkatkan kerja sama dengan berbagai organisasi maupun kelompok sosial dan keagamaan dalam upaya memajukan Desa Laban.

Keempat, meningkatkan infrastruktur dasar permukiman serta infrastruktur pertanian.

Kelima, meningkatkan pemeliharaan, pemanfaatan, dan pengelolaan aset desa agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Soroti Aparatur, Infrastruktur hingga Aset Desa

Program yang ditawarkan Gino tidak hanya berhenti pada visi dan misi. Ia juga menyusun sejumlah penjabaran program apabila nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Dalam bidang pemerintahan, misalnya, Gino menekankan pentingnya pembagian kewenangan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing aparatur desa.

Ia juga mendorong ketertiban hari dan jam kerja sesuai ketentuan yang berlaku, meningkatkan keterlibatan aparatur dalam kegiatan kemasyarakatan, serta memastikan perangkat desa memahami regulasi dan aturan yang berlaku.

BACA JUGA :  Puskesmas Wonosari II Gelar Forum Konsultasi Publik untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Pada sektor kelembagaan masyarakat, Gino ingin mendorong serta memfasilitasi lembaga kemasyarakatan desa agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal.

Lembaga-lembaga tersebut juga diharapkan lebih aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa, termasuk menjadi penggerak swadaya dan gotong royong di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, dalam membangun komunikasi sosial, Gino berencana melibatkan kelompok maupun organisasi sosial dan keagamaan dalam perencanaan pembangunan.

Langkah tersebut diarahkan agar kelompok masyarakat tidak sekadar menjadi penerima program, tetapi ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan Desa Laban.

Infrastruktur Pertanian Jadi Salah Satu Prioritas

Sektor infrastruktur juga menjadi perhatian dalam program yang ditawarkan Gino.

Ia mencantumkan revitalisasi dan rehabilitasi jaringan usaha tani (JUT) serta jaringan irigasi tani (JIT) sebagai bagian dari program pembangunan.

Selain itu, rehabilitasi jalan desa dan jalan lingkungan serta pemeliharaan dan perawatan jalan maupun bahu jalan juga masuk dalam agenda yang ditawarkan.

Program tersebut cukup strategis mengingat infrastruktur desa memiliki keterkaitan langsung dengan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian.

Di sisi lain, Gino juga menaruh perhatian terhadap aset desa. Ia berencana memaksimalkan pemanfaatan serta pengelolaan fasilitas seperti lapangan desa, gedung olahraga, tempat pembuangan sementara (TPS) desa, dan makam desa.

Ia juga mencantumkan rencana pemanfaatan tanah kas desa yang dinilai tidak produktif untuk fungsi nonpertanian, sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA :  Pilperades Desa Wonosekar Demak, Terbongkar Diduga Terjadi Suap

Selain itu, pemeliharaan dan perawatan fasilitas pompa pengendali banjir juga menjadi salah satu program yang dibawa dalam pencalonannya.

Pilkades Laban Memasuki Tahapan Penting

Secara umum, Pilkades serentak Kabupaten Sukoharjo 2026 memang memasuki tahapan penting. Berdasarkan jadwal yang telah dipublikasikan, pendaftaran bakal calon kepala desa berlangsung 1–8 Oktober 2026, dilanjutkan penelitian berkas pada 9–19 Oktober 2026. Penetapan calon kepala desa dijadwalkan pada 25 November 2026, sedangkan pemungutan suara dilaksanakan 10 Desember 2026.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga telah menyiapkan regulasi pelaksanaan Pilkades serentak. JDIH Kabupaten Sukoharjo mencatat adanya Surat Edaran Bupati Sukoharjo Nomor 400.10.2.2/46 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2026.

Dengan demikian, pendaftaran Sugino pada 7 Oktober menjadi bagian dari tahapan resmi penjaringan bakal calon kepala desa.

Bagi masyarakat Desa Laban, kontestasi ini bukan sekadar persaingan antarfigur. Pilihan kepala desa akan menentukan arah kebijakan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan aset, serta pelayanan publik di desa untuk periode berikutnya.

Gino kini kembali menawarkan pengalaman pemerintahan desa, dukungan masyarakat yang ia klaim semakin meluas, serta visi membangun Desa Laban yang lebih maju dan mandiri.

Namun, seberapa besar dukungan tersebut akan terkonversi menjadi suara tetap menjadi pertanyaan yang baru bisa dijawab pada 10 Desember 2026.

Target 70 persen suara yang dicanangkan Gino pun kini menjadi salah satu angka yang menarik untuk dicermati dalam peta persaingan Pilkades Laban. (Nov)

 

.

Komentar

JANGAN LEWATKAN DIBACA