RELASIPUBLIK.OR.ID, DEMAK || 19 April 2026, Kesabaran ada batasnya. Itu yang kini dirasakan para penggiat Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Demak. Bertahun-tahun dijejali janji manis pembinaan dan dukungan, yang datang justru nihil realisasi. Hasilnya: kekecewaan menumpuk, kepercayaan terkikis.
Koordinator FORSA SSB Kabupaten Demak, Sunarto, HS, SE, tak lagi berbasa-basi. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi bukan sekadar kelalaian, tapi sudah mengarah pada bentuk inkonsistensi yang merugikan.
“Jangan anggap ini sekadar wacana. Janji itu ada konsekuensinya. Kalau terus diingkari, ini bukan cuma soal moral, tapi bisa masuk ranah hukum,” tegasnya dengan nada geram.
Ironisnya, di tengah gembar-gembor pembangunan dan perhatian pada generasi muda, SSB justru seperti anak tiri. Padahal, dari lapangan-lapangan sederhana inilah mimpi-mimpi besar anak-anak Demak mulai dibentuk. Namun yang mereka terima bukan fasilitas atau pembinaan, melainkan janji yang terus digeser seperti bola liar tanpa arah.
“Anak-anak butuh kepastian, bukan janji yang diulur-ulur. Ini masa depan mereka yang dipertaruhkan,” lanjut Sunarto.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana keseriusan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan,Apakah pembinaan usia dini hanya dijadikan jargon saat seremonial, lalu dilupakan begitu saja,
Sebagai bentuk akumulasi kekecewaan, FORSA SSB Kabupaten Demak memastikan akan turun ke jalan. Bukan sekadar orasi, mereka akan menggelar aksi unjuk rasa sekaligus pentas teatrikal di depan Kantor DPRD Kabupaten Demak pada Jumat Legi, 24 April 2026, pukul 09.00 WIB.
Aksi ini bukan sekadar simbol, tapi sindiran keras. Teatrikal akan menjadi “cermin” dari realita pahit yang selama ini mereka alami janji yang diucapkan lantang, namun lenyap tanpa jejak.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, Demak bukan hanya kehilangan kepercayaan dari pelaku olahraga akar rumput, tapi juga berpotensi mematikan bibit-bibit pesepak bola yang seharusnya bisa bersinar di masa depan.
Pesannya jelas: jangan obral janji kalau tak mampu menepati. Karena di balik setiap janji itu, ada harapan anak-anak yang sedang diperjuangkan
dan kini mulai dikhianati.
Harapan masyarakat ada perhatian khusus untuk para pemangku kebijakan terutama di kabupaten Demak untuk segera ditindak lanjuti keresahan para penggiat sepak bola tersebut, agar bibit bibit unggul untuk para atlit sepak bola ,untuk ke depannya menjadi musnah.
( Sutarso )





Komentar