oleh

Kemendikbudristek, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat: Guru Dan Orang Tua Harus Adaptif Beri Pendidikan Siswa

relasipublik.or.id Jakarta – Publikasi Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kemendikbudristek pada Agustus 2021 mengungkapkan terjadi kehilangan kemajuan belajar selama 5-6 bulan setelah 12 bulan belajar dari rumah. Hal itu didasarkan atas perkembangan literasi berhitung sebelum dan selama pandemi pada kelas 1 dan 2 sekolah dasar.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan untuk mengatasi masalah dari temuan tersebut perlu keterlibatan semua elemen pendidikan, termasuk orang tua.

“Terganggunya proses belajar mengajar di masa pandemi ini memang mengkhawatirkan semua pihak. Mekanisme belajar sesuai protokol kesehatan sudah dilakukan, tetapi upaya tersebut sangat memerlukan dukungan seluruh elemen pendidikan, termasuk orang tua murid,” kata Lestari dalam keterangannya.

BACA JUGA :  Ditbinmas Polda Banten Gelar Pelatihan Tracer Kepada Komunitas Binaan Polda Banten

Tak hanya itu, untuk menyukseskan proses pembelajaran, kapasitas setiap elemen pendidikan seperti guru dan orang tua perlu ditingkatkan. Menurutnya, salah satu cara untuk meningkatkan hal tersebut salah satunya dengan pola belajar yang adaptif.

“Program Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) itu membutuhkan ekosistem pendidikan yang memiliki standar sarana dan prasarana, serta keterampilan SDM yang memadai,” katanya.

Selain adaptif, permasalahan pada sektor pendidikan di masa pandemi perlu mendapatkan solusi cepat. Hal itu untuk mencegah terjadinya akumulasi kehilangan kemajuan belajar pada sistem pendidikan nasional.

BACA JUGA :  Kasad Beri Orasi Ilmiah Kepada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

“Keterlambatan dalam memberikan solusi yang tepat pada masalah di sektor pendidikan dasar berpotensi besar mempengaruhi kualitas pendidikan secara umum di masa datang,” kata Lestari.

Untuk itu perbaikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan orang tua murid perlu dilakukan agar dapat mencetak SDM unggul di masa mendatang.

“Upaya memperbaiki kualitas generasi penerus bangsa dan menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing baik di dalam kancah nasional maupun internasional bisa terus berjalan untuk menjawab tantangan di masa depan,” tutupnnya. (Nugroho)

Komentar

Tinggalkan Balasan